red_blog_771.zip - ZIP archive, unpacked size 797,066 bytes

Sabtu, 17 Juli 2021

E-Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika Materi Bangun Datar Kelas IV MI/SD

Download - E-Modul Etnomatematika

Berawal dari ditemukannya kendala yang dialami guru dan siswa terhadap buku paket yang digunakan sekolah, kebanyakan hanya berisi materi dan kurang menarik bagi siswa. Kurangnya contoh aplikasi yang berkaitan dengan kehidupan nyata khususnya yang berkaitan dengan budaya setempat, yakni budaya Betawi. Selain itu belum ada modul yang dirancang sendiri yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Terlebih di masa pandemi ini yang mengharuskan pembelajaran sekolah dilakukan secara jarang jauh atau dalam jaringan. Selama pembelajaran jarak jauh, tentunya siswa membutuhkan sumber belajar ataupun media yang dapat digunakan di rumah untuk mendukung proses pembelajaran tanpa didampingi guru.

Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti bermaksud mengatasi dengan solusi mengembangkan produk berupa e-modul pembelajaran berbasis etnomatematika yang diharapkan dapat membantu siswa dalam belajar mandiri. Pembelajaran  matematika berbasis etnomatematika adalah pembelajaran yang dilakukan baik di dalam maupun di luar kelas. Penerapan pembelajaran yang dilakukan adalah dengan teori yaitu penanaman konsep-konsep matematika dalam unsur budaya misalkan saja untuk mempelajari bangun ruang maka siswa dikaitkan dengan konteks real benda-benda yang mengandung unsur budaya yang bentuknya sama atau menyerupai dengan benda-benda yang ada di sekitarnya sehingga pembelajaran matematika tidak hanya berupa konsep akan tetapi kontekstual.

Etnomatematika merupakan suatu bidang yang mempelajari cara-cara yang dilakukan manusia dari budaya yang berbeda dalam memahami, melafalkan dan menggunakan konsep dari budayanya yang berhubungan dengan matematika. Sehingga dalam etnomatematika dapat dikaji bagaimana cara orang memahami, mengekspresikan dan menggunakan konsep-konsep budaya yang digambarkan secara matematis. Dapat dilihat bahwa etnomatematika merupakan suatu integrasi budaya dan matematika maka dari itu guru yang ada di sekolah berupa untuk mengajarkan matematika dengan budaya lokal setempat sehingga sangat mudah untuk siswa merasakan keberadaan matematika dalam kehidupan sehari-hari dan diharapkan pembelajaran matematika semakin mudah untuk diterapkan oleh siswa.


Semoga bermanfaat :)

Minggu, 30 November 2014

Telinga untuk Aisyah



                Dalam sebuah keluarga kecil yang hanya terdiri dari sepasang suami istri dan satu orang anak perempuan yang masih berusia tujuh tahun, sebutlah ia Aisyah. Sebuah keluarga yang selalu terlihat harmonis dan selalu dihiasi dengan bahagia. Namun, siapa sangka, sang ibu selalu menangis setiap malam saat Aisyah sedang tertidur. Ia tidak tega melihat anak kesayangannya itu harus menghadapi yang seperti ini. Sejak lahir, Aisyah hanya memiliki satu telinga. Entah apa yang menyebabkannya mengalami seperti itu.

                “Akan sampai kapan ibu terus menagis seperti ini?” ayah tiba-tiba datang dan mengelus pundak ibu agar segera beranjak ke kamar, kemudian membiarkan Aisyah tertidur di kamarnya.

                “Ibu ingin operasi saja, yah.”

                “Sudahlah, pikirkan itu nanti saja. Sekarang sudah terlalu malam, lebih baik kita tidur.”

Akhirnya ayah dan ibu meninggalkan Aisyah di kamarnya.

Pagi hari adalah momen yang selalu menjadi bagian paling disukai Aisyah, ayah maupun ibu, karena pada saat itulah mereka benar-benar bisa merasakan rasanya sebuah kelusarga kecil yang  bahagia. Ayah selalu pulang kerja di malam hari. Sedangkan hari minggu pun belum tentu ayah ada di rumah. Aisyah selalu menghabiskan waktunya bersama ibu. Terkadang Aisyah pergi ke rumah tante Salma, disana Aisyah bisa bermain dengan kedua sepupunya dan seorang temannya yang juga tetangganya.

Siang hari, akhirnya tiba waktunya ibu menjemput Aisyah. Dalam hatinya, ibu selalu berharap ia tak akan lagi melihat anaknya menangis. Entah kapan terakhir kali ia melihat Aisyah tertawa atau mungkin tersenyum melihatnya datang menjemput. Hampi setiap kali ibu datang ke sekolah, ia selalu mendapati anaknya dalam keadaan menangis ataupun bersedih.

“Aisyah, itu ibumu datang.” Salah seorang teman Aisyah berteriak dan berlari menghampiri ibunya Aisyah.

Baru saja ibu sampai di depan gerbang sekolah, tangan ibu sudah ditarik oleh Putri, teman dekat Aisyah di kelas. Melihat Putri berlari menghampirinya, ibu sudah menebak apa yang telah terjadi. Setiba di kelas, anak-anak di kelas yang semula rame menghina Aisyah kini semua diam, bahkan ada yang berlari keluar kelas hingga menyenggol ibu dan menjatuhkan tas yang dibawa ibu.

                “Aisyah, ayo kita pulang, nak. Ibu sudah masak sayur bayam kesukaanmu.”

Melihat Aisyah yang menangis, hati ibu pun menangis. Namun ibu tak pernah menunjukkannya di depan Aisyah. Ia tak ingin Aisyah melihat itu. Di perjalanan pulang pun, Aisyah hanya menahan tangisnya karena tak ingin melihat ibunya sedih dengan tangisannya.

                “Bu, kenapa telinga Aisyah cuma satu? Sedangkan telinga Putri ada dua. Sma dengan ibu dan ayah. Telinga bu guru juga ada dua.” Satu pertanyaan yang paling ditakuti dalam hidup ibu akhirnya terucap sendiri oleh Aisyah.

                “Karena Aisyah adalah anak yang berbeda. Aisyah anak ibu yang hebat, dan Allah sangat sayang dengan Aisyah.”

“Benarkah, bu?” tangisan Aisyah mulai reda.

“Tentu saja. Bersabarlah Aisyah, ibu janji akan membuatmu tidak seperti ini lagi. Jangan menangis lagi ya!”

                “Ibu janji? Aku malu sekali, bu. Selalu dihina teman-temanku.”

                “Iya, sayang, ibu janji. Sekarang, ibu ingin melihat kamu tersenyum. Senyumlah!”

                “Iya, bu.”

Satu minggu kemudian, tepat pada hari ulang tahun Aisyah yang ke-6. Di sebuah rumah sakit besar di Jakarta, Aisyah masih belum sadar diri. Ibu masih setia menunggu di kamar pasien, berbaring di samping Aisyah. Ayah duduk di sebelah ranjang pasien, tangannya membelai rambut Aisyah.

                “Ibu tepati janji ibu, nak.”

                “Kau adalah istri dan ibu terbaik, untukku dan Aisyah. Ia akan sangat bangga telah dilahirkan dari rahim seorang wanita sepertimu.”

Ibu hanya tersenyum. Dan tiba-tiba...

                “Ibu, Ayah. Telingaku kok terasa ngilu. Aku merasa aneh, bu.” Aisyah terbangun. Ia meraba-raba kepalanya di sebelah kanan. Ada perban yang melingkari kepalanya.

                “ Ini apa bu? Ibu sakit? Kok ibu pakai baju pasien seperti Aisyah? Ibu sakit apa?” pertanyaan demi pertanyaan diucapkan Aisyah saat ia terbangun.

         “Ibu baik-baik saja, nak. Ibu hanya ingin menepati janji ibu sama Aisyah.”

         “Janji?”

         “Iya, ibu janji tidak akan membuatmu menangis lagi di sekolah karena ejekan teman-temanmu.”

Ibu menjawab pertanyaan Aisyah dengan lembut, sambil perlahan membuka jilbabnya. Aisyah melihat di kepala ibu ada perban yang mengelilinginya. sama seperti Aisyah. Telinga kanan yang saat ini dimiliki Aisyah adalah telinga ibunya. Kini, ibulah yang hanya memiliki satu teling. Bukan lagi Aisyah. Ibu memberikan telinganya untuk Aisyah.

               Aisyah menangis dan memeluk ibunya dengan erat. Begitu pun dengan ibu.

                “Demi Allah, Aisyah sangat sayang sama ibu.”

                “Terimakasih, Aisyah. Ibu juga sayang Aisyah dan keluarga kita.”

Tentu saja ayah tak bisa menyembunyikan airmatanya melihat dua perempuan yang paling disayanginya itu saling mengungkapkan kasih sayang. Ayahpun memeluk ibu dan Aisyah.



*Kasih ibu tak terhingga sepanjang masa*

Selasa, 11 November 2014

CERITA 25

Saat-saat semua orang tertidur
Aku tak sanggup lelap dalam ketakutan
Menatap matamu yang memandang kosong
Mendengar suaramu merintih kesakitan

Bayangan-bayangan buruk memenuhi otakku
Saat tangan dinginmu menyela-nyela jemariku
Tak terbendung lagi air mataku
Tak satupun kata mampu kuutarakan

Seperti sebuah teater
Kau telah sampai pada bagian benang merahmu
Seperti sebuah cerpen
Harus kau temui cerita akhirmu
Tak lagi kau lanjutkan kisahmu
Karena tinta hidupmu telah habis
Ya.. harus kau tinggalkan kisahmu dengan dunia yang fana

Kata-kata penuh arti terlantun darimu
Dengan lambat kau ucapkan kalimat-kalimat suci
Terdengar lantunan yaa siin disekitarmu
Mengantarkan agar kedamaian bersamamu

Saat semua orang terlelap
Saat itu pula sambut kantuk untuk tidur panjangmu
Lalu menyapa mimpi abadi

Jumat, 26 April 2013

INTERNET UNTUK PELAJAR



            Kita tahu, saat ini, internet telah merajalela ke segala penjuru dunia. Termasuk Indonesia. Bahkan, sudah banyak daerah pelosok yang jauh dari kota-kota besar seperti Jakarta, dpat mengakses internet dengan mudah.
            Yang kita tahu, internet adalah suatu jaringan yngan jarak yang tak yang dapat diakses oleh siapapun dengan jarak yang tak terbatas. Sehingga, dapat memudahkan manusia untuk melakukan pekerjaannya dengan lebih mudah, mencari informasi bahkan dapat melakukan transaksi melalui internet.  Dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Tapi, Internet untuk pelajar? Kalau saja para pelajar dapat menggunakan internet dengan baik, sebenarnya internet mempunyai banyak sekali manfaat untuk menunjang pengetahuan mereka dalam pelajar. Akan tetapi, penggunaan situs internet kerap diselewengkan dari faedahnya. Tidak hanya para pelajar  Sekolah Menengah, bahkan pelajar-pelajar SD  pun sudah mahir menggunakan internet. Baik itu melalui komputer, HP ataupun gadget lainnya yang di fasilitasi orang tua mereka untuk menunjang belajar mereka.
            Akan tetapi, saat ini, internet hanya membawakan dampak negatif bagi para pelajar. Jika dilihat dari berbagai aspek, internet memberikan efek yang tidak baik pada para pelajar. Dilihat dari aspek kesehatan, berada di depan komputer yang terlalu lama akan berakibat tidak sehat pada mata. Dan dilihat dari aspek lain, internet akan membuat anak malas belajar. Karena ia akan bergantung pada internet untuk mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Selain itu, banyak waktu yang terbuang digunakannya untuk online. Sehingga, waktu yang seharusnya untuk belajar justru terbuang karena internet. Apalagi, sekarang ini internet banyak menyajikan situs-situs game online dan situs lainnya yang mengandung unsaur porno. Dan itulah dampak negatif yang berbahaya bagi para pelajar.
            Kita tahu, akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang terjadi pada pelajar gara-gara internet. Seperti diantaranya, banayak pelajar Indonesia yang melakukan pemerkosaan atau melakukan hubungan diluar nikah. Dan semua itu karena internet. Mereka menyaksikan video tak senonoh yang ditampilakan di internet. Baik korban maupun pelakunya tidak hanya dari golongan pelajar saja. Bahkan, pelajar SMP pun tidak sedikit yang meniru video tak senonoh yang mereka tonton di inernet itu. Sungguh tindakan yang tidak sama sekali mencerminkan  perilaku layaknya seorang pelajar. Dan tidak hanya itu, banyak siswa SD yang tidak hadir di sekolah dengan alasan sakit. Padahal, dari rumah, mereka telah mengenakan seragam sekolah. Tapi, mereka bukanlah berangkat menuju sekolah. Setelah jauh dari rumah, di jalan mereka melepas seragam mereka. Mereka justru masuk ke warnet untuk memainkan game online, facebook dan lainnya.
            Ternyata, penggunaan internet bagi pelajar, membawa banyak pengaruh terhadap edukasi mereka. Tapi, internet memang menyajikan informasi-informasi apapun yang kita cari. Termasuk pengetahuan-pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi para pelajar. Tidak heran jika saat ini banyak sekolah yang memfasilitasi komputer dengan wifi agar lebih mudah mengakses internet untuk menunjang belajar mereka agar lebih efektif. Dan sebaiknya, dari pihak sekolah, sudah memikirkan dampak-dampak negatif yang akan berakibat pada siswanya. Salah satunya dengan memblokir semua jejaring sosiaitusl dan hanya terhubung dengan situs-situs internet yang hanya menyajikan edukasi bagi para pelajar. Agar pada saat penggunaan internet ketika belajar, para siswa benar-benar menggunakannya sesuai dengan kebutuhan.
            Akan tetapi, kontrol dari sekolah saja tidak cukup. Pengawasan dari orang tua juga perlu dilakukan. Dengan demikian, anak akan lebih terkontrol dalam kegiatannya.
           

Kamis, 22 November 2012

gone

Terpekik dua kalimat suci
Saat kantukmu menyapa
Dan tidur panjangmu pun nyata
Air mata terakhir tetes demi tetes
Mengiringi menuju Syurga 
Terbias jelas di wajah pucatmu
Kau membawa sebuah tanya
Yang tak pernah terjawab
Engkau melihat dan tahu 
Meski kini matamu terpejam untuk selamanya
Dia.. Bidadariku.. Dia juga dihati
Ayah...
Kuharap engkau tersenyum
Kini kedamaian hatimu ada bersamaku
Akan kujaga Ibu dan menyayanginya
Seperti pintamu di permohonan terakhir...

disappear

Mataku gelap .. terpejam perlahan
Mencari hitammu 
Imajinasiku tak mau menggambarkan sketsa wajahmu
Teropong mataku tak menemukan  langkahmu
Seperti jejakmu hilang
Terhapus badai angin tanpa sisa

Namamu telah pudar karena tetes air mataku
Tinta dalam penaku telah habis
Tak bisa lagi jika kutuliskan kembali

Tak mampu lagi jika aku harus mencarimu
Telah lelah kaki ini untuk melangkah

Maka kucoba biarkan kau menghilang 
tanpa menyisakan jejak
Mungkin di suatu masa
Di saat aku telah menjadi seseorang yang ku impikan
Begitu jua kau ..

 (untuk sahabatku)

Rabu, 21 November 2012

A Thausand Years - CISTINA PERRI

Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I'm afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow

One step closer

[Chorus:]
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this

One step closer

[Chorus:]
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more

One step closer
One step closer

[Chorus:]
I have died everyday waiting for you
Darling don't be afraid I have loved you
For a thousand years
I'll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years

I'll love you for a thousand more