Saat-saat semua orang tertidur
Aku tak sanggup lelap dalam ketakutan
Menatap matamu yang memandang kosong
Mendengar suaramu merintih kesakitan
Bayangan-bayangan buruk memenuhi otakku
Saat tangan dinginmu menyela-nyela jemariku
Tak terbendung lagi air mataku
Tak satupun kata mampu kuutarakan
Seperti sebuah teater
Kau telah sampai pada bagian benang merahmu
Seperti sebuah cerpen
Harus kau temui cerita akhirmu
Tak lagi kau lanjutkan kisahmu
Karena tinta hidupmu telah habis
Ya.. harus kau tinggalkan kisahmu dengan dunia yang fana
Kata-kata penuh arti terlantun darimu
Dengan lambat kau ucapkan kalimat-kalimat suci
Terdengar lantunan yaa siin disekitarmu
Mengantarkan agar kedamaian bersamamu
Saat semua orang terlelap
Saat itu pula sambut kantuk untuk tidur panjangmu
Lalu menyapa mimpi abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar